Cara Membuat Kombucha Sendiri di Rumah, Ketahui Manfaatnya

Foto :  ADOBE STOCK

Liputan6.com, Jakarta Mengonsumsi makanan dan minuman fermentasi sangat baik untuk tubuh. Produk fermentasi mengandung probiotik yang bermanfaat untuk sistem pencernaan dan kekebalan. Kombucha adalah salah satu cara menikmati produk fermentasi.

Kombucha merupakan minuman fermentasi yang dibuat dari teh, gula, biakan bakteri, dan ragi. Minuman ini memiliki rasa manis bersoda yang segar. Anda bisa membuat kombucha sendiri di rumah untuk mendapatkan mafaat baiknya.

Cara membuat kombucha membutuhkan waktu antara 7 sampai 14 hari untuk proses fermentasi. Cara membuat kombucha memang harus mengikuti tahap-tahap tertentu. Cara membuat kombucha juga harus memperhatikan kebersihan dan pemilihan bahan berkualitas untuk menjaga keamanan hasil kombucha.

Berikut cara membuat kombucha dan manfaatnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(7/10/2020).

Foto : wikikombucha.com

Bahan untuk membuat kombucha

Air

Bahan pertama yang harus disiapkan untuk membuat kombucha adalah air. Disarankan untuk tidak menggunakan air mineral atau air kemasan. Ini karena air mineral bisa mengandung ozon yang akan memperlambat proses fermentasi.

Anda bisa menggunakan air steril. Ini bisa air keran yang direbus hingga mendidih dan didinginkan semalaman. Bisa juga menggunakan air tanah yang sudah difiltrasi dengan karbon aktif atau sistem filtrasi lainnya. Siapkan 2-3 liter air steril untuk membuat kombucha.

Teh

Bahan selanjutnya adalah teh. Anda bisa menggunakan jenis teh apa saja untuk membuat kombucha. Teh yang bisa digunakan seperti teh hijau, teh hitam, teh oolong, teh putih, atau gabungan di antaranya. Disarankan menggunakan teh berbentuk daun alih-alih teh celup atau kemasan. Sebaiknya gunakan pula teh yang benar-benar murni tanpa campuran lainnya seperti mint, vanila, atau melati.

Gula

Gula menjadi bagian penting dalam proses fermentasi. Anda bisa menggunakan gula pasir putih, gula batu, atau gula aren. Tidak disarankan menggunakan gula kimia seperti gula diet, gula jagung, maltose, aspartam, dan lainnya. Siapkan 2-3 ons gula untuk 3 liter air.

SCOBY

larutan starter kombucha
Foto : wikikombucha.com

SCOBY merupakan singkatan dari “symbiotic culture of bacteria and yeast,” atau kultur simbiosis bakteri dan ragi. Ini adalah bahan yang digunakan dalam fermentasi dan produksi kombucha. Penampilan SCOBY dapat bervariasi, tetapi biasanya padat, bulat, kenyal, dan keruh dengan bau ringan seperti cuka. SCOBY bisa dibeli secara online atau offline di toko makanan yang menjual bahan fermentasi.

Ukuran SCOBY bervariasi, biasanya berbentuk lempengan seperti piring. SCOBY dengan diameter 9 cm biasanya bisa digunakan untuk 3 liter air.

Larutan starter

SCOBY biasanya dijual satu paket dengan larutan starternya. larutan ini berfungsi untuk membuat fermentasi lebih cepat dan melindungi teh dari paparan organisme berbahaya. Larutan starter ini juga dikenal dengan cuka kombucha.

Foto : wikikombucha.com

Alat-alat untuk membuat kombucha

Panci

Gunakan panci stainless steel atau kaca yang tidak berkarat. Hindari penggunaan panci aluminum.


Stoples kaca

Siapkan stoples kaca atau keramik untuk tempat fermentasi kombucha. Anda bisa mulai dengan stoples kaca berkapasitas 3 liter untuk membuat kombucha kecil. Hindari menggunakan wadah plastik atau aluminum karena dapat menghambat proses oksidasi.

Siapkan juga toples atau botol lainnya untuk menyimpan hasil fermentasi kombucha.

Serbet dan karet

Siapkan serbet atau kain katun untuk menutup toples. Siapkan juga karet gelang untuk mengikatnya.

Cara membuat kombucha

Foto : wikikombucha.com

1. Cuci tangan hingga bersih terlebih dulu. Buat teh dengan merebus 1 liter air hingga mendidih. Masukkan teh Tutup rapat panci, dan biarkan sampai teh menjadi pekat. Matikan api, tambahkan gula dan aduk sampai larut. Diamkan teh sampai dingin atau paling tidak sampai suam kuku.

2. Masukkan teh yang sudah dingin ke dalam toples dan campurkan 1-2 liter air bersuhu ruang.

3. Masukkan SCOBY dan larutan starternya. Aduk perlahan.

4. Tutup toples dengan kain atau serbet. Ikat rapat dengan karet. Menutup toples dengan kain membuat kombucha tetap mendapat udara untuk proses fermentasi. Tutup kain juga mencegah semut, lalat, dan organisme lain masuk ke dalam toples dan mengontaminasi kombucha.

5. Letakkan kombucha di temapat sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari sinar matahari langsung. Diamkan selama 7-14 hari.

6. Hindari mengguncang atau sering memindah toples. Anda bisa mulai membuka dan mencicipi kombucha pada hari ke-7.

7. Cobalah untuk mencicipi kombucha dengan pipet atau sedotan. Jika kombucha kurang asam atau masih terlalu manis, Anda bisa melanjutkan proses fermentasi selama beberapa hari ke depan.

8. Selama melakukan proses fermentasi, Anda mungkin akan menemukan “Baby Kombucha” di toples. Ini berbentuk lapisan putih yang mengambang di permukaan air. Anda bisa memisahkannya dari toples dan menyimpannya dalam wadah terpisah yang berisi teh manis. Baby Kombucha bisa digunakan untuk membuat kombucha di kemudian hari.

9. Setelah proses fermentasi dirasa cukup, Anda bisa mulai memanen teh kombucha. Pisakan teh kombucha dari SCOBY. Gunakan saringan bersih untuk menyaring kombucha.

10. Masukkan kombucha ke botol atau toples bersih. Anda bisa menyimpannya di kulkas untuk diminum kemudian hari. Sisakan juga sebagian kombucha untuk dijadikan larutan starter kombucha.


Manfaat kombucha

Sumber probiotik

Proses fermentasi selama pembuatan kombucha menghasilkan sejumlah besar bakteri. Probiotik dapat meningkatkan banyak aspek kesehatan, termasuk pencernaan, anti peradangan, dan penurunan berat badan.

Sumber antioksidan

Kombucha terutama yang terbuat dari teh hijau, memiliki efek antioksidan. Teh hijau dikenal sebagai antioksidan kaya manfaat seperti menurunkan berat badan, kontrol gula darah, mengurangi kolesterol, hingga mencegah kanker.

Sehatkan usus

Bakteri probiotik telah mampu membantu mengobati diare, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka dapat membantu meringankan sindrom iritasi usus besar.

Cegah peradangan

Peradangan mungkin disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di usus, yang dikenal sebagai disbiosis usus. Konsumsi probiotik dapat membantu menyeimbangkan bakteri usus dan mencegah peradangan.

Penulis : Anugerah Ayu Sendari

Sumber : liputan6.com


Follow kami

Testimoni

Maaf koneksi gagal: Access denied for user 'u327524875_wiki'@'195.179.238.101' (using password: YES)